MI NU TBS Kudus sukses menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan mata gratis bagi seluruh peserta didik dan tenaga pendidik. Acara yang berlangsung selama dua hari, tanggal 18 dan 20 April 2026 lalu, dipusatkan di Ruang Multimedia sekolah. Inisiatif ini merupakan wujud kepedulian madrasah terhadap kesehatan indra penglihatan siswa guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar di kelas.
Dalam pelaksanaannya, MI NU TBS menggandeng Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) sebagai mitra profesional. Pihak yayasan menerjunkan petugas ahli, yakni Ibu Wijiana Irawati dan Kak Salma, untuk melakukan skrining secara mendalam. Kerja sama ini memungkinkan para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan akses pemeriksaan medis yang berkualitas tanpa dipungut biaya pendaftaran sedikit pun.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 93 siswa teridentifikasi memiliki masalah pada penglihatannya, seperti kelainan refraksi. Sebagai bentuk tindak lanjut, anak-anak tersebut berhak mendapatkan kacamata melalui program subsidi khusus. Orang tua siswa hanya perlu membayar sebesar 75.000,- untuk mendapatkan kacamata standar medis, yang bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memberikan solusi nyata bagi penglihatan anak.
Tidak hanya menyasar peserta didik, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi seluruh dewan guru untuk melakukan cek kesehatan mata secara cuma-cuma. Hal ini dilakukan karena peran guru yang sangat intens dalam berinteraksi dengan perangkat digital dan dokumen cetak, sehingga kesehatan mata menjadi aset krusial dalam menjalankan tugas profesionalitas mereka sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus perwakilan dari MI NU TBS, Bp. Muhammad Arif Rahman, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran acara ini. Ia berharap kolaborasi dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dapat terus berlanjut di masa depan. Melalui deteksi dini ini, diharapkan kualitas kesehatan mata warga madrasah tetap terjaga sehingga prestasi akademik maupun non-akademik siswa dapat terus meningkat. (Arif)
